Nama : Shafa Titania
NIM : 11210541000022
Kelas : Kessos 1 A
Respon Terhadap Berita Online
"Anak Panti Asuhan di Malang Dianiaya, Polisi Cek Saksi"
Baru-baru ini ada berita tentang pencabulan dan pengeroyokan terhadap salah satu anak Panti Asuhan di Malang. Kejadian ini dilakukan oleh seorang pria beristri, sang istri, dan delapan remaja yang mengeroyok korban. Berdasarkan berita tersebut dikatakan bahwa pengeroyokan terjadi karena si istri marah sebab suaminya berkata bahwa korban menggodanya, maka dari itu ia memanggil delapan remaja dan bersama-sama mengeroyok korban.
Ini merupakan tindakan tidak bermoral, terlebih lagi pengeroyok dan korban masih sama-sama di bawah umur. Kejadian ini bisa sangat membekas dan menjadi trauma bagi korban seumur hidupnya, seharusnya korban mendapat bantuan terapi psikologis untuk membantunya bangkit supaya mampu untuk tetap menjalani hidup.
Untuk itu, semua pelaku harus dihukum sesuai ketentuan. Kita tidak boleh menormalisasi hal-hal seperti ini terhadap perempuan. Dalam kasus ini, si istri terlihat sangat percaya kepada suaminya padahal si suami berbohong, akhirnya ia menyalahkan korban dan mengeroyoknya tanpa tahu bahwa anak ini merupakan korban pencabulan yang dilakukan oleh suaminya. Dan ini membuat saya sangat sedih sebab kalimat 'women support women' seharusnya tidak hanya menjadi suatu kalimat atau slogan tetapi harus dilakukan dalam tindakan.
Tindakan pencabulan dan pengeroyokan ini mutlak salah dan saya harap semua pelaku dapat hukuman yang setimpal dengan apa yang mereka perbuat. Saya harap tidak akan terjadi lagi hal-hal seperti ini, terutama kepada perempuan dan anak-anak di bawah umur. Kita harus sama-sama membuat dunia yang kita tempati ini damai dan tidak mengisinya dengan berbuat kerusakan. Jadikan dunia ini aman dan damai bagi semua orang, terutama perempuan dan anak-anak.
Sumber : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20211123121615-12-724853/anak-panti-asuhan-di-malang-dianiaya-polisi-cek-saksi
Comments
Post a Comment